dengan melakukan penelitian dan penulisan proposal penelitian tidak hanya dapat meningkatkan kualitas serta kemampuan diri saja, tapi juga atas nama baik universitas dan Indonesia.
Jakarta (UNAS) – Universitas Nasional saat ini memang tengah gencar melakukan kegiatan penelitian di berbagai bidang, tidak hanya untuk meningkatkan kualitas para dosen dalam menulis, rupanya kegiatan penelitian juga akan mengharumkan nama lembaga dan negara di kancah Internasional. Sadar akan hal tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nasional kembali menggelar pelatihan pembuatan proposal penelitian dosen.

“Acara ini sengaja digelar untuk terus menyemangati para dosen untuk giat meneliti, karena dengan melakukan penelitian dan penulisan proposal penelitian tidak hanya dapat meningkatkan kualitas serta kemampuan diri saja, tapi juga atas nama baik universitas dan Indonesia. Terlebih saat ini Unas akan memberikan apresiasi bagi dosen – dosen yang berhasil menerbitkan hasil penelitiannya di jurnal Internasional, Scopus,” papar Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nasional, Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S.,A.Pt dalam sambutannya membuka acara yang digelar di ruang Seminar, Selasar Blok I Lantai 3, Selasa (26/3).

Tidak tanggung – tanggung, kegiatan tersebut pun mendatangkan pembicara ahli dalam penulisan atau pembuatan proposal penelitian yang baik dan mampu bersaing di kancah nasional maupun Internasional, yaitu Prof. Dr. Ir. Wasmen Manalu, Prof. Dr. Ir. Suminar Setiati Achmadi, dan Prof. Dr. Ahmad Sulaeman. Menariknya, peserta kegiatan tidak hanya terbatas pada dosen – dosen Unas saja, tapi juga terdapat peserta lain yang berasal dari Universitas Jayabaya dan Universitas Islam Jakarta.

Mengawali presentasinya, salah satu pembicara yang juga merupakan Reviewer Dinas Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Ir. Wasmen Manalu mengungkapkan bahwa permasalahan penlitian merupakan permasalahan nasional, oleh karena itu penting bagi institusi untuk membangkitkan tanggung jawab sebagai seorang dosen. “Dosen tidak hanya bertugas untuk mengajar saja, tapi masih ada dua hal lagi dalam Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, jadi dosen itu juga adalah peneliti,” imbuh Wasmen.

Lebih lanjut lagi, Wasmen juga menegaskan bahwa peneliti merupakan profesi yang luar biasa. Oleh karena itu, peneliti mempunyai tugas untuk membaktikan diri pada pencarian keberanian untuk memajukan bidang ilmu yang ditekuni, setelah itu harus ada produk dari apa yang telah ditelitinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *