Akan menjadi harapan kita bersama juga dengan adanya kerjasama dua universitas ini paling tidak dapat mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia
Jakarta [UNAS] – Permasalahan yang sering terjadi antara Indonesia dengan negara tetangga, yakni Malaysia tentu bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah kedua negara ini saja, tapi juga menjadi tanggungjawab seluruh lapisan masyarakat, termasuk kaum intelektual dan akademisi. Menyadari hal tersebut, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional menggandeng Fakulti Sains Pentadbiran dan Pengajian Polisi (FSPPP) Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia sebagai salah satu upaya mempererat kembali hubungan Indonesia dan Malaysia dalam bidang akademik.

Tidak hanya dihadiri oleh Dekan FISIP Unas, Prof. Drs. H.B. Tamam Achda dan jajaran dosen saja, rangkaian acara yang terdiri dari Round Table Discussion bertajuk “Indonesia dan Malaysia: Kerjasama Kedua Negara dan Perannya dalam memperkokoh ASEAN” dan perbincangan rencana kerjasama tersebut juga dihadiri oleh delegasi UiTM yaitu Dekan Fakulti Sains Pentadbiran dan Pengajian Polisi (FSPPP), Prof Dr. Zaliha Husin, Assoc Prof Dr. Shaharuddin Badaruddin, Head of Postgraduate, Assoc Prof Dr. Abdul Jalil, Dato Dr. Mohd Yusof Ahmad, Dr.Sharifah Syahirah, Mr. Mohiyuddin dan Mr Mohd Ramlan.

“Saya menyambut baik kadatangan dan prakarsa UiTM untuk menjalin kerjasama dengan Unas, khususnya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Saya berharap kegiatan hari ini dapat meningkatkan hubungan antar negara di bidang akademik. Selain itu, akan menjadi harapan kita bersama juga dengan adanya kerjasama dua universitas ini paling tidak dapat mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia,” papar Dekan FISIP Universitas Nasional, Prof. Drs. H.B. Tamam Achda dalam sambutannya pada acara yang digelar di ruang Seminar Blok I Lantai 3, Kamis (28/11).

Senada dengan Prof. Achda, Dekan Fakulti Sains Pentadbiran dan Pengajian Polisi (FSPPP) Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia, Prof Dr. Zaliha Husin juga berharap kunjugannya kali ini dapat menjadi kesempatan bagi Unas dan UiTM untuk saling bertukar pengalaman akademik dan membuka berbagai kemungkinan – kemungkinan kerjasama di bidang – bidang tertentu. “Kedepannya kami juga berharap pengajar disini dapat mengajar pelajar – pelajar kami disana atau memberikan ceramah pendidikan. Begitu juga pengajar – pengajar kami diberikan kesempatan untuk dapat mengajar disini,” imbuh Prof. Zaliha.

Selain membahas bagaimana peran Indonesia dan Malaysia dalam memperkokoh ASEAN melalui diskusi beberapa poin penting seperti komunikasi gender, studi gender dan national security. Kedua universitas ini juga melakukan perbincangan rencana kerjasama FISIP dan UiTM yang akan meliputi penelitian ilmiah bersama dan pertukaran dosen atau pengajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *